Barbie Kumalasari Ngaku Kuat Berhubungan Seks 8 kali Sehari, Apa Dampak Hiperseks?

Situs Taruhan Online – Berbie kumalasari membuat geger publik. Pernyataannya belum lama ini terkait dengan aktivitas ranjang bikin semua ornag terkejut. pada awak media, perempuan yang dikabarkan berseteru dengan Nikita Mirzani itu mengaku seks 8 kali per hari.

Pengakuan Berbie Kumalasari tentu sangat luar biasa tentunya. Sebeb, untuk bisa melakukan seks 3 kali saja pastinya perlu kesehatan dan kebugaran fisik yang prima. Tidak hanya itu, waktuysng ysng diperlukan pun pastinya cukup panjang dan butuh kesiapan diri yang matang melakukan seks sepanjang itu. Bahkan, beberapa orang bilang dengan jumlah segitu, sudah bisa dikatakan hiperseks!

Tapi,apa makna hiperseks itu sendiri? Dan bagaimana pengaruhnay ke si pelaku?

Dilansir Hokibagus88, tanda-tanda hiperseksualitas dapat mencakup masturbasi berlebihan, terobsesi pada seks sampai-sampai mengganggu kehidupan, menghabiskan banyak waktu merencanakan aktivitas seksual, memiliki banyak urusan, dan sering menonton pornografi.

Namun Dr Anand patel, seorang spesialis fungsi seksual, menjelaskan ada perdebatan diantara dokter tentang apakah gangguan hiperseksual adalah kondisi klinis yang sebenarnya atau tidak.

Dia menjelaskan, penelitian menunjukkan antara 3 hingga 6 persen perempuan hiperseksual dengan laki-laki lebih mungkin dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Tetapi bagaimana anda membedakan antara seseorang yang menikmati banyak seks dan seseorang yang menderita kecanduan seks? Bagaimana dengan Berbie Kumalasari?

Dr Patel menjelaskan, ketika hiperseks itu dikatakan gangguan ketika mengganggu kehidupan pribadi dan pekerjaan anda dan bertahan lebih dari enam bulan menyebabkan tekanan yang signifikan.

“Jadi tidak perlu bingung dengan memiliki selera seksual yang tinggi, aktivitas seksual atau tidur dengan banyak orang dan ini tidak memiliki dampak buruk pada kehidupan mereka,”katanya.

gangguan hiperseksualitas dapat dibagi menjadi tiga elemen klinis: fantasi seksual berulang, dorongan seksual berulang, dan perilaku seksual berulang.

“perilaku ini kompulsif dan sering mengganggu secara terus menerus, termasuk resiko terhadap kesehatan psikologis dan fisik misalnya dalam bentuk masalah kesehatan seksual dan trauma,” kata Dr Patel.

Meskipun sebagian besar orang melaporkan kepuasan dari perilaku seksual, rasa bersalah atau penyesalan sering mengikuti perilaku ini. “Biasanya pasien berasal dari riwayat kecanduan keluarga, dari bahan kimia hingga seksual,”tambah dia.

Siapapun percaya bahwa mereka mungkin menderita kelainan hiperseksualitas harus berbicara dengan dokter mereka mencari terapi, kelompok pendukung atau obat-obatan untuk membantu mereka mengatasinya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *