Desa Berpenghuni Boneka di Jepang

Bandar Taruhan Online – Percaya tidak percaya, sebuah desa di pedalaman Pulau Shikoku, Jepang dihuni oleh ratusan boneka yang mirip dengan orang-orangan sawah. Unik memang, boneka-boneka ini bahkan lebih banyak daripada jumlah penduduk di Desa itu sendiri. Nagaro merupakan salah satu dari banyak Desa di jepang yang semakin sepi akibat depopulasi (penyusutan penduduk).

Yang lebih unik lagi, boneka-boneka di Nagoro dibuat menyerupai orang-orang yang pernah menghuni Desa Nagoro. Siapa yang sebenarnya menciptakan dan menempatkan boneka di seluruh Desa Nagoro?

Tsukimi Ayano, pencipta sekaligus seniman yang menghabiskan masa kecilnya di Desa si Prefecture Tokushima. Setelah lama merantau ke Osaka, Ayano kembali ke desanya pada tahun 2003 silam untuk menjaga ayahnya. Ia kemudian mendapatin penduduk Desa terepencil itu terus menyusut. Bahkan pada Agustus 2016, jumlah populasi di sana hanya 30 jiwa saja.

Setelah ayahnya meninggal, Ayano kemudian membuat boneka yang menyerupai sang ayah. Dengan keadaan Desa yang mengalami depouplasi (penyusutan). Sepuluh tahun kemudian, Ayano telah membuat boneka 10 kali lipat dari jumlah manusia di Desa Nagoro atau lebih dari 350. Karena Kekosongan dan kesepian, Tsukimi Ayano membuat ratusan boneka seukuran manusia. Kebanyakan boneka itu menyerupai warga yang telah meninggal atau pindah dari desa tersebut.

Boneka-boneka tersebut dipanjang di berbagai penjuru Nagaro, dari toko kelontong hingga sekolah. Boneka itu dibuat dari kain, lengkap dengan baju bekas dan aksesoris yang menghiasinya. Mereka bahkan mengenakan topi dan sepatu, serta diletakkan sesuai profesi orang yang telah dibuat.

Menurut penjelasan dari Tsukimi Ayano dalam sebuah film dokumenter The Valley of Dolls yang dibuat Fritz Schuman “ketika saya membuat boneka menyerupai mereka yang telah meninggal, aku jadi memikirkan mereka saat masih hidup dan sehat”.

Bekas gedung sekolah di Desa Nagaro yang telah ditutup pada tahun 2012 juga tak luput dari boneka ciptaan Ayano. Tampak dalam kelas-kelasnya, ia menempatkan boneka-boneka serupa guru dan murid yang sedang melakukan proses belajar mengajar.

Penyusutan jumlah penduduk di Desa Nagaro disebabkan oleh jumlah kelahiran yang minim dan pemuda yang lebih memilih merantau ke kota besar, seperti Tokyo dan Osaka. Namun berkat karya Ayano, Desa Nagaro kerap kedatangan turis yang rela traveling ke pedalaman untuk menengok keunikan di sana.

 

Bandar Bola Online | Bola Tangkas Online | Sabung Ayam Online | Bandar Taruhan Online | Tembak Ikan Online | Agen Casino Online

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *